Film The Himalayas, kisah menarik tentang persahabatan dan kekuatan alam

 

Bila membandingkan Film The Himalayas dengan film The Everest buatan hollywood, menurut saya masih bagus The Himalayas. Baik dari sisi cerita ataupun sinematografinya. Kenapa? mungkin karena film ini berangkat dari kisah nyata, sehingga sisi kemanusiaannya, persahabatan, dan cinta lengkap di bahas.

Gambar di film ini menurut saya juga lebih keren dibandingkan The Everest. Di film The Himalayas ini kita bisa melihat pemandangan menakjubkan saat senja dan matahari baru bersinar. Dari sela-sela pegunungan Himalaya kita melihat kilau rona jingga dan berubah keemasan.Wah.. cantik banget deh. Sedangkan di film The Everest lebih banyak menggambarkan badai di gunung ini.

Bahkan suami yang anti nonton drama dan film Korea, langsung jatuh cinta sama film ini. Berkali-kali dia cerita bagaimana indahnya pemandangan Himalaya di film ini. hehehehe.

Bukan cuma gambar, cerita The Himalayas menurut saya juga lebih menyentuh dan memainkan emosi penonton. Film yang diangkat dari kisah nyata seorang pendaki Korea Selatan, Um Hong-gil yang berhasil mendaki puncak-puncak gunung tertinggi di dunia, di atas 8 ribu meter.

fullsizephoto552183

Film ini bukan hanya mendaki gunung, namun menceritakan bagaimana persahabatan antara pendaki tua yaitu Um Hong-gil yang diperankan oleh Hwang Jung-min dan pendaki muda Park Moo-taek yang diperankan oleh Jung Woo.

 

Park Moo-tek pernah mencoba mendaki Himalaya, namun gagal. Um Hong-gil yang akan mendaki Himalaya mencari pendaki -pendaki muda. Moo-tek dan rekannya tertarik dan akhirnya ia dilatih oleh Hong-gil bagaimana mendaki Himalaya. Mendaki Himalaya bukanlah sembarangan mendaki gunung. Dalam film ini digambarkan bagaimana Moo-tek dan kawannya dilatih fisik dan mental. Mereka harus membawa barang-barang milik Hong -gil dan teman-temannya sambil mendaki gunung. Di sinilah adegan adegan lucu disisipkan.

the-himalayas

Kedatangan pacar Moo-tek yang juga pecinta alam membuat cerita film ini lebih berwarna.

Pendakian pertama Moo-tek dan Hong-gil ke Himalaya berhasil. Setelah sampai Korea Selatan, Mereka merencanakan pendakian ke Himlaya lagi. Untuk kedua kalinya, ini Hong-gil tidak ikut karena kakinya yang pernah luka kambuh kembali.

Namun sayangnya pendakian yang kedua ini, Moo-tek dan kawan nya tidak berhasil. Mereka terjebak di gunung Himalaya yang dilanda badai besar dan akhirnya mereka meninggal dunia di Himalaya.

rsz_2015_-_the_himlayas_still_1

Hong-gil, sebagai sahabat Moo-tek bersikeras untuk kembali ke Himalaya dan memindahkan jasad Moo-tek ke Korea Selatan. Di sinilah arti persahabatan terlihat. Bagaimana kuatnya persahabatan antara mereka.

Kutipan yang saya suka dalam film ini adalah, ketika  Hong-gil mengatakan kepada Moo-tek ” Gunung bukanlah untuk ditaklukkan”.

Oh ya, satu adegan yang paling gak disukai suami saya adalah, ketika Hong-gil menangis saat melihat video Moo-tek (setelah Moo-tek dinyatakan meninggal dunia). Katanya, “laki-laki kok cengeng”. hahahaha… (padahal laki-laki kan manusia juga ya… :P)

ciri khas film atau drama Korea Selatan memang gak pernah hilang, adegan menangis… xixixixi.

Sudah nonton film ini belum? dijamin gak rugi deh nonton ini πŸ™‚

* Kang Mo Yeon

 

 

 

 

 

3 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s